Sabtu, 24 September 2022

Suatu Kejadian “kontak damai” yang Terlupakan, di Hamabere (“di bukit Dirilofo"), pada 8 Agustus 1983. (Original Title The Struggle in Iliomar, by Ernest Patrick Chamberlain, Page 21).

Gencatan Senjata - Pada tahun 1983 perlawanan barada dalam kacau balau, bulan maret 1981, Xanana Gusmão di pilih CRRN, sementara kontak dengan ABRI di hindari, gangguan gangguan pasukan ABRI dan korban berat berlanjut terus – terutama operasi keamanan ABRI. Xanana menghabiskan hampir sepanjang tahun 1983 di hutan hutan distrik Lautem, bertemu sebentar di bulan September administrator apostolik keuskupan Dili monsignor Martinho da Costa Lopes. Monsignor martinho di laporkan bersimpati pada perlawanan, tetapi mendorong sikap moderat dan memperingatkan terhadap ekses ekses komunisme.
Pada akhir 1982, mayor Gatot Purwanto, komandan nanggala 28 kopassandha mengadakan hubungan dengan komandan sector Fretelin / Falintil Falo Chai, di dekat wailana sekitar 20 Kilometer di sebelah selatan Los Palos untuk membahas penghentian permusuhan. Pada awal 1983, Xanana mengjawab dengan mengusulkan suatu gencatan senjata – atau periode “Kontak Damai” dengan ABRI dan melakukan kontak dengan perwira-perwira Indonesia. Tujuannya adalah mendapatkan masa istirahat bagi FALINTIL dan membangun Kembali hubungan dengan kader Klandestin di desa-desa dan kota-kota yang jumlahnya sedikit. Suatu politik persatuan nasional juga diluncurkan oleh perlawanan dalam mana peran semua orang nasionalis, termasuk Gerakan mahasiswa yang sedang muncul, sekarang di akui dan politik sebelumnya “Perundingan – tidak dan tidak akan pernah” di tinggalkan. ABRI juga dilaporkan lelah berperang dan menerima usulan tersebut – tetapi tidak mau perundingan ini di buka kepada umum.
Tanggal 21 Maret 1983, pembicaraan awal gencatan senjata di selenggarakan dengan para perwira Indonesia di Bubu Rake (desa Liaruka) di kabupaten Viqueque bagian barat laut (sekitar 12 km di barat daya Venilale) – yang meliputi Xanana dan perwira ABRI Mayor Willem da Costa, Mayor Stefanus dan Kapten Dayun. Beberapa hari kemudian, 23 Maret, Xanana Menandatanggani kesepakatan gencatan senjata untuk seluruh untuk seluruh Timor-Leste di Lariguto (desa Ossu de Cima – sekitar 9 kilometer de sebelah barat daya Venilale) dengan Gatot Purwanto, yang sekarang naik pangkat menjadi kolonel dan diangkat menjadi komandan ABRI untuk Timor-Leste, Gubernur Mario Carrascalao juga di laporkan menghadiri pertemuan ini.
Selanjutnya, yang pertama dari sejumlah perjanjian lokal di tandatanggani di moro (sebuah aldeia dari parlamento di utara Lospalos) oleh komisaris poilitik Fretelin sektor timor (“Ponta Leste”) dengan komandan distrik militar lospalos (DANDIM 1629, seorang letnan kolonel ABRi). Bulan juni 1983, seorang kurir (“estafeta”) dan anggota klandestin dari Iliomar, Abilio Quintão Pinto, pergi ke Lariguto dan bertemu dengan Xanana selama tiga hari untuk menerima instruksi-instruksi tentang pelaksanaan gencatan senjata di kecamatan Iliomar. Di Iliomar, gencata senjata dirundingkan oleh kepala kecamatan (Camat), Roberto Seixas Miranda. Tanggal 29 Juli, sebuah delegasi kecil Parlemen Australia melakukan kunjungan singkat ke Iliomar dengan helikopter dan berbicara dengan staff UNICEF di pusat pembagian makanan.
Dalam periode gencatan senjata, FALINTIL meningkatkan kontaknya dengan klandestin yang tersisa di desa-desa dan kota-kota dan membuat kemajuan dalam mengajak dan menarik anggota-anggota hansip untuk menjadi kader dan simpatisan Klandestin. Menurut Kolonel Gatot Purwanto, pasukan ABRI bertemu bertemu di kota-kota dab desa-desa – “kami saling menyapa Ketika berpapasan dijalan”. Menurut seorang penulis, FALINTIL bersenjata diberpolehkan mengunjungi desa-desa, helikopter -helikopter ABRI menangkut pastor ke gunung-gunung untuk mengadakan misa bagi para gerilyawan, dan “bahkan ada pertandingan sepak bola antara regu Angkatan darat Indonesia dengan regu gerilyawan”. Di Iliomar, tidak ada pertandingan sepak bola ABRI-FALINTIL, tetapi para gerilyawan dan tentara bersama-sama dalam pesta-pesta dan dansa-dansa di Kecamatan. Monsignor Lopes, Administrator Apostolik, mengunkapkan bahwa, “bulan juni, sebagai bagian dari dari kesepakatan gencatan senjata, helikopter-helikoter Indonesia mengangkut makanan dan obat-obatan kepada gerilyawan di gunung-gunung dan mengangkut yang sakit dan terluka ke rumah sakit Dili”. Dan menambahkan “rakyat sangat gembira dengan istirahat dari perang ini dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun bisa bercocok tanam dengan baik”.
Tetapi di Iliomar gencatan senjata berhenti pada 8 Agustus 1983 ketika anggota-anggota Hansip membunuh dua Gerilyawan FALINTIL dalam bertemuan “kontak damai” di Hamabere (“di bukit Dirilofo, tepat di sebelah utara aldeia Caentau). Empat orang hansip (Jose Madeira, Adão Cabral, Mateus Barros, Julião Telles) bertemu dengan dua anggota FALINTIL (Venancio Savio juga di kenal dengan panggilan “Mau Lorasa” sebelumnya berasal dari desa Cacaven – pemimpin ; dan Almicar Rodriques, sebelumnya berasal dari aldeia Vatamatar). Di sebuah kendang kerbau di Hamabere sekitar pukul 14.00. kedua orang FALINTIL ini mengusulkan agar Hansip Iliomar bergabung dalam serangan terhadap ABRI di Iliomar malam hari berikutnya – di pimpin oleh komandan FALINTIL lokal Armando Nolasco (nama perjuangan “Koro Asu”). Takut terjadinya pembalasan jika serangan ini diadakan, pemimpin hansip Jose Madeira – tanpa perintah dari atas, menembak dan membunuh Venancio ; Julião Teles menembak dan membunuh Amilcar, banyak orang Iliomar yang yakin bahwa kejadian di Hamabere ini menyebabkan rusaknya gencatan senjata di seluruh provinsi. Tetepi mungkin kejadian ini yang lebih serius yang terjadi di kabupaten Viqueque yang menyebabkan berakhirnya gencatan senjata 1983.
Di kabupaten Viqueque, pada 8 Agustus – sebagai balasan terhadap gangguan terhadap perempaun-perempuan setempat orang-orang Timor-Leste dalam pasukan paramilitar ABRI (ratih) melakukan desersi, bergabung dengan gerilyawan FALINTIL setempat, dan menyerang sekolompok pasukan Zeni ABRI di desa Bibileo sekitar 12 kilometer di sebelah barat daya kota Viqueque. FALINTIL membunuh 13 anggota pasukan Zeni ABRI. Seorang mayor perang urat-syaraf, dan membunuh seorang seorang perempuan perawat ABRI yang tertangkap. Tampaknya sebagai pembalasan, pada 21 agustus, ABRI membunuh 200-300 penduduk desa di wilayah Kraras. Pengaruh-pengaruh lain membuat terhentinya gencatan senjata termasuk pengumuman Jenderal Moerdani pada 8 Agustus mengenai akan dilancarkan operasi “Pembersihan” dan serangan FALINTIL tanggal 10 agustus terhadap bagian militer lapangan terbang Dili.
Selanjutnya, “Operasi Persatuan” ABRI dilancarkan bulan agustus 1983, menimbulkan korban dan menghasilkan penyerahan FALINTIL. Penyerahan biasanya dirundingkan sebelumnya melalui kepala desa atau anggota kelaurga. Tetapi banyak janji imbalan ABRI tidak dipenuhi dan, setelah peride “murah hati”, orang yang menyerah didiskriminasi dan dianiaya.

Selasa, 15 September 2020

Husi Fatin Detensaun, ba Desterasaun fila fali ba Detensaun la hatun Saudoso Francisco nia Espirito ba Auto Determinasaun

Saudoso Francisco dos Santos moris iha loron 25 de Decembro de 1954, moris fatin iha aldeia watamatar, Suku Iliomar 1, Posto Administrativo Iliomar, Municipio Lautem. Saudoso Francisco dos Santos hanesan oan mane datolu husi maun alin nain hitu (7). Saudoso Francisco dos Santos hahu iscola iha tinan 1968/1969 iha iliomar, no hala’o nia iscola iha classe Primeiro no Segundo, tamba iha iliomar terseiro no quarta la iha, saudoso kontinua nia iscola terseiro no quarta classe iha iscola primari lospalos 1970-1972. Iha tinan 1974/1975 saudoso hala’o nia vida nudar agricultur iha nia moris fatin, mas tempo neba situasaun politik hahu mudansa saudoso hili envolve atividade politika hanesan ativista partidu fretelin iha area ossohira no watamatar hodi halo sosialisasaun konaba politika partidu fretelin nian. Iha tinan 1976-1978 saudoso toma responsavel nudar secretario aldeia Lutubere, fatin konsentrasaun iha area fuat tempo baze de apoio, Saudoso nafatin assume knar sekretario iha aldea refere to’o aranka ba foho matebian iha 1978 hanesan ultimo fatin konsentrasaun base de apoio. Depois de Baze Apoio Rahun iha loron 20 de Novembro de 1978, força fahe malu ho populasaun ho nune’e populasaun ba rende e forças kontinua querilia, iha momento ne’e saudoso fahe malu ho nia alin ho naran almicar rodriques (Lessa-Loy) ne’ebe deside kontinua luta ho nia maluk querileiro sira. Todan tebes bainhira saudoso husik matebian ho nia familia menus ho nia alin almicar rodriques (Lessa-Loy) tun husi matebian, familia saudoso nian militar husik sira husik desloka mai iha Iliomar mas saudoso Forças Indonesia kaer no detein iha Baguia durante semana rua, depois de semana rua saudoso detein iha Baguia força husik saudoso fila hikas ba ho nia familia iha watamatar, Posto Iliomar, Municipio Lautem, depois ba hamutuk ho nia familia iha watamatar posto Iliomar, hansip sira husi uato-carbau tuir no kaer saudoso hodi halo inkeritu no kastigu durante semana rua iha kantina xines nian (Komarka ba Prizineiro Politiko) Iha tinan 1980-1981 saudoso hetan detensaun preventiva husi miltar Indonesia tamba desconfia saudoso halo kontaktu ho nia alin almilcar rodriques (Lessa-Loy) nudar querilleiro ida ne’ebe kontinua luta iha ai-laran, no iha fulan Julho 1981 saudoso ho nia familia tomak detein durante fulan ida resin iha iscola primaria Iliomar ne’ebe mak sai hanesan fatin dadur ba prizioneiro politik sira, iha fulan setembro 1981 saudoso ho nia familia tomak destera ba Atauro hanesan dadur politik ba auto determisaun nian, saudoso ho nia familia destera iha Atauro durante tinan rua, husi 1981-1983. iha 1983 saudoso ho nia familia fila husi atauro mai fali iha nia rai moris fatin iha aldeia watamatar, suku iliomar 1, posto iliomar, no iha tinan refere comando da luta fo orientasaun ba fatin hotu-hotu atu halo politika levantamento militar ka Kontak dame iha tinan 1983 e area iliomar saudoso nia alin almicar rodriques (Lessa-Loy) mak organiza ho nia kolega komandante Ernesto “Maulorasa” husi cacaven e iha loron 8 de Agusto kontak dame ida ne’e naksobu e sira rua ema oho iha fatin kontak dame hamabere, Dihlofo. Akontesemento ida ne’e halo saudoso ho nia familia trauma, nia alin mate ona mas saudoso nafatin moris iha situasaun presaun nia laran, tamba forsa Indonesia kondena tan destensaun prolongada ba saudoso ho nia familia tomak iha tempu neba. Ho Estatuto detensaun prolongada maibe populasaun watamatar hili saudoso nudar chefe aldeia watamatar iha tinan 1985 ao mesmo tempo saudoso hala’o hala’o knar hanesan escritor iha suku Iliomar 1, Iha tinan 1993 forsa Indonesia halo torturasaun ba saudoso hanesan : baku,tuku, sama iha tahu laran tamba saudoso kesi Bandeira Merah-Putih sala, ba fali Putih-Merah iha loron festa 17 Agustus loron Independensia Republika Indonesia nian, Saudoso sai nafatin Chefe Aldeia ate 1999 no Kontinua mai iha tempo ukun an. Iha tempo ukun an Saudoso hala’o nia moris nafatin hanesan bai-bain e kontinua sai lideransa komunitariu ate intrega hikas fali kargu chefe aldeia watamatar iha tinan 2017 ba iha gerasaun foun, Iha tinan 2014 Saudoso hetan dedikasaun exkulusivo hanesan Kombatente da Libertasaun Nacional ho tinan 8-14 no saudoso husik hikas fali ninian viagen mai iha mundo ne’e iha lorn 19 de maio tinan 2020.

Jumat, 28 Agustus 2020

Manda Rekementu atu Kolabora iha Live Video Ema Seluk

Instagrama iha Fitru fitru sira nebe mak barak tebes, mais menus seis senta ital. fitur tomak, fitru ida mak ita persiza hatene mak kolabora ho live video ema seluk nebe mak hala’o hela live streaming iha id instagram ninian, so hanehan tab “go live with” deit bele hetan ona konfirmasaun husi nia.
karik nia hatan, it abele live hamutuk ho nia, ou ita hakarak live streaming, ita bele direita husu kolega seluk atu halo kolaborasaun, parece rame. koko ba, kolega utilizador IG sira.

Suatu Kejadian “kontak damai” yang Terlupakan, di Hamabere (“di bukit Dirilofo"), pada 8 Agustus 1983. (Original Title The Struggle in Iliomar, by Ernest Patrick Chamberlain, Page 21).

Gencatan Senjata - Pada tahun 1983 perlawanan barada dalam kacau balau, bulan maret 1981, Xanana Gusmão di pilih CRRN, sementara kontak d...